Thanks All
Salam Budaya, Salam Kreativitas
http://www.ipam-indonesia.org/programme-schedule.php


Adalah Yusril, S.S, M.Sn, seorang seniman dari Tanah Minang yang merupakan sutradara dari drama musikal tersebut. Keterlibatannya dalam Menjemput Impian berawal dari pertemuannya dengan Silvia Ong, seorang pelatih tari lulusan Program Master Penciptaan Seni Tari Institut Seni Surakarta, pada sebuah festival seni di Bali. Silvia Ong yang juga bertindak sebagai koreografer Menjemput Impian, saat itu melempar wacana mengenai keprihatinannya tentang akar budaya Tionghoa yang mulai terlupakan oleh generasi muda. Ternyata hal tersebut menarik minat Yusril.
“Saya sudah lama tertarik dengan kesenian Cina. Dan ceritanya menarik sekali. Bagi saya naskah ceritanya mirip dengan background saya, Minangkabau, dimana masyarakatnya merantau dan berjuang untuk meraih kesuksesan di tanah rantau,” ungkap Yusril.
Yusril yang berdomisili di Sumatera Barat dan seorang Pembantu Dekan 1 jurusan Teater Institut Seni Padangpanjang ini tidak berkeberatan bolak-balik ke Jakarta selama mempersiapkan pertunjukan Menjemput Impian. Baginya, kesuksesan drama realis musikal pertamanya ini merupakan salah satu pencapaian pribadi yang ingin diraihnya.
Ekspresi Foklore selalu mengikuti arus zaman. “Indonesia Kita” menggubah legenda Malin Kundang asal Minangkabau menjadi Maling Kondang–setia pada Ibu tapi memanipulasi rakyat. Persis seperti pertunjukan Indonesia Kita dalam tema dua tahun terakhir.
Kelas Menengah
‘Tangga’ karya-sutradara Yusril terinspirasi dari puisi Iyut Fitra
dengan judul yang sama yaitu Tangga. Puisi ini secara implisit merupakan
kritik terhadap dualisme kekuasaan di Minangkabau. Dualisme kekuasaan
di Minangkabau dibangun dalam dua kelarasan yaitu Koto Piliang yang
dipelopori oleh Datuk Ketumanggungan dan Bodi Chaniago yang dipelopori
oleh Datuk Perpatih Nan Sabatang. Kelarasan Koto Piliang memiliki akar
pada Berjenjang naik bertangga turun, suatu sistem pemerintahan yang
menitik dari langit (top down) sebagai wujud sistem kekuasaan
aristokrasi. Sementara, keselarasan Bodi Chaniago memiliki akar pada
Duduk sama rendah tegak sama tinggi, suatu sistem pemerintahan demokrasi
Minangkabau yang lahir dari bawah (bottom up). ![]() |
| ‘BATU’ karya-sutradara Muhammad Hibban Mauludi Hasibuan |
![]() |
| ‘COMPLICATED’ karya Yusril-sutradara Kurniasih Zaitun |
![]() |
| ‘CERAMAH ILMIAH Dr. ANDA’ karya Wisran Hadi-sutradara Deri Shukaik. Aktris : Rakena Anjani Amak |
![]() |
| ‘SI TUPAI JANJANG’, sutradara Edi Satria Mak Itam |
![]() |
| “ORANG-ORANG BAWAH TANAH” karya Wisran Hadi-sutradara Yusril |
![]() |
| ‘DONGENG MANDE DARI BUKIT TUI’ karya-sutradara Tya Setiawati |
![]() |
| “MATAHARI DISEBUAH JALAN KECIL” karya Arifin C Noer-sutradara Fitri Noveri |
![]() |
| ‘KORUPTOR BUDIMAN’ karya NN. Aktor : Andi Jagger |
Untuk kenyamanan para sahabat teater, perlu kami informasikan bahwa blog komunitas seni HITAM-PUTIH di bawah ini tidak aktif dan tidak digunakan lagi. Blog tersebut adalah :
http://komunitassenihitam-putih.blogspot.com/
http://komunitasseni-hitam-putih.blogspot.com/
http://teaterhitamputih.wordpress.com/
http://komunitassenihitamputih.blogspot.com/
http://komunitashitamputih.blogspot.com/
Para sahabat teater dapat melihat aktivitas kami melalui blog di bawah ini:
http://komunitas-seni-hitam-putih.blogspot.com/